contoh proposal skripsi tentang pegadaian

PENGARUH JUMLAH TAKSIRAN DAN UANG PINJAMAN
TERHADAP LABA BERSIH PADA
PERUM PEGADAIAN SYARIAH KECAMATAN GAMPING

Diajukan guna untuk memenuhi tugas
Metodologi Penelitian

Disusun Oleh :
Sughly Dzikral Mawla
(10390108)

Dosen Pembimbing:
Dr. M. Fahri Husein, S.E, M.Si

PROGRAM STUDI KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu upaya pemerintah untuk menyehatkan perekonomian nasional adalah dengan cara penyaluran dana dalam bentuk kredit. Kredit tersebut dapat diberikan kepada masyarakat atau wirausahawan yang memerlukan. System penyaluran melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank maupun lembaga keuangan lainnya.
Lembaga yang dapat menyalurkan dana tersebut bisa melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Lembaga keuangan merupakan lembaga yang yang menjadi perantara keuangan dan jasa ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang termasuk dalam lembaga keuangan yaitu perum pegadaian, satu satunya perusahaan gadai milik Negara (BUMN) dan posisinya sebagai lembaga keuangan non bank.
Krisis ekonomi jilid II tahun 2007-2008 yang berawal dari kebangkrutan perusahaan financial di Amerika Serikat karena kredit kepemilikan rumah yang gagal bayar memberikan dampak luas bagi masyarakat dunia. Hal ini karena Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor bagi pelaku usaha baik dari Indonesia maupun negara lainnya. Dampak bagi perekonomian Indonesia adalah semakin melambungnya harga bahan baku impor, produk elektronik, computer, hingga barang kebutuhan rumah tangga yang harganya melambung. Meskipun pemerintah telah menurunkan tariff BBM, namun harga-harga kebutuhan pokok semakin meningkat, daya beli konsumen semakin menurun, terjadi peningkatan beban biaya bagi pelaku usaha.
Masyarakat dan pelaku usaha mulai memikirkan cara mendapatkan dana konsumsi atau modal tambahan bagi usahanya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan kredit kepada bank maupun meminjam dana dengan sistem gadai. Perum pegadaian adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam usaha menyalurkan dana atas dasar hukum gadai dengan sifat yang khas yaitu menyediakan pelayanan bagi pemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan bisnis.
Demikian menurut Purwahid Patrick dan Kashadi (2003:13) pegadaian mempunyai beberapa unsure pokok, yaitu: 1. Gadai lahir karena penyerahan kekuasaan atas barang gadai kepada kreditur pemegang gadai, 2. Penyerahan itu dapat dilakukan oleh debitur pemberi gadai atau orang lain atas nama debitur. 3. Barang yang menjadi objek gadai adalah barang-barang bergerak. 4. Kreditur pemegang gadai berhak untuk mengambil pelunasan dari barang gadai dengan cara didahulukan daripada kreditur lainnya.
Pegadaian syariah tidak menekankan pada pemberian bunga dari uang pinjaman. Walaupun tidak menekankan pada bunga, pegadaian syariah tetap memperoleh keuntungan yaitu dari biaya jasa simpan barang seperti yang sudah diatur oleh Dewan Syariah Nasional. Biaya tersebut dihitung dari nilai barang bukan jumlah pinjaman.
Secara umum pengertian usaha gadai menurut kasmir (2010:262) adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan lembaga gadai. Menurut Hasan (2003:246) dalam Ensiklopedia Indonesia, disebutkan bahwa gadai atau hak gadai adalah hak atas benda terhadap benda bergerak milik si berhutang yang diserahkan ketangan si berhutang yang diserahkan ketangan si pemiutang sebagai jaminan pelunasan utang si berutang tersebut.
Selanjutnya menurut KUHPerdata pasal 1150, Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Seorang yang mempunyai utang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada jatuh tempo. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan cirri pegadaian sebagai berikut:
– Barang yang digadaikan adalah barang yang berharga
– Besarnya jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka peran pegadaian sebagai lembaga pembiayaan dalam era sekarang dan masa yang akan datang tetap penting untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi rakyat baik di kota maupun di pedesaan. Pengalaman bergelut dengan masyarakat kecil sejak dulu menjadikan pegadaian sangat akrab dalam menggalang ekonomi kerakyatan. Masyarakat kecil umumnya masih terbelakang dan dalam kondisi seperti ini peranan pegadaian sebagai jejaring pengaman social bagi masyarakat kecil semakin penting untuk menyediakan kredit berskala kecil, cepat, bunga ringan dan tidak berbelit.
Hasil penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa hubungan yang sangat kuat antara jumlah taksiran dan uang pinjaman dalam mempengaruhi laba bersih pada perum Pegadaian Syariah Kota Lhokseumawe.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh jumlah taksiran dan uang pinjaman terhadap laba bersih Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping?
2. Adakah hubungan jumlah taksiran dan uang pinjaman terhadap laba bersih Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping?
Secara teori hubungan adalah mengukur derajat keeratan antara dua variabel baik yang sudah jelas secara literatur berhubungan atau sesuatu yang baru diteliti. Sedangkan pengaruh meneliti pola kausalitas atau fungsi sebab akibat dari sebuah variabel atau lebih terhadap variabel lain. Artinya ada variabel yang jelas secara teori mempengaruhi (independent variabel) kemudian melihat efek dari variabel tersebut terhadap variabel lain (dependent variabel).
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh jumlah taksiran dan uang pinjaman terhadap laba bersih pada Perum Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping..
2. Untuk mengetahui hubungan jumlah taksiran dan uang pinjaman terhadap laba bersih pada Perum Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping..
D. Manfaat Penelitiaan
1. Bagi Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga
• Menambah referensi pada perpustakaan Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga
• Sebagai bahan referensi untuk pengembangan penelitian berikutnya.
2. Bagi Perusahaan
• Memberikan masukan informasi tentang pemilihan strategi dalam meningkatkan laba bersih.
• Memberikan masukan sebagai bahan dalam mengembangakan laba bersih Pegadaian Syariah.
3. Bagi Penulis
• Menambah wawasan dalam pengembangan pengetahuaan ilmu pengetahuaan yang di peroleh di bagku kuliah
• Menambah pengetahuan khususnya di bidang manajemen

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.
Ada beberapa definisi laporan keuangan keuangan yang dikemiukakan oleh para ahli yaitu :
1. Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
2. Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai unluk meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi, ikhtisar laba ditahan, dan laporan posisi keuangan, (Sawir ,2001.: 2).
3. Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi, yang meliputi neraca, perhitungan rugi laba dan laba vang ditahan. laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan, (Harnanto, 1987:9).
4. Laporan keuangan menurut Munawir adalah laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi vang dapat digunakan sebagai alat unluk berkomunikaxi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak vang berkepentingan dengan utau aktivitas pcrusahaann tersebut, (2000: 2) .

2. Taksiran
Menaksir adalah memnentukan nilai/harga perkiraan tertentu yang akan dijadikan jaminan yang didasarkan pada harga jadi, pasar dan peraturan yang berlaku untuk masa tertentu. Ketentuan taksiran
a. Tidak boleh sama atau diatas harga pasaran
b. Tidak terlalu rendah dari harga pasar, kecuali ketentuan berlaku.
Agar barang gadai dapat dijual bilamana tidak dapat atau bersedia melunasi pinjaman, maka Perum Pegadaian menentukan pedoman standar taksiratif tertinggi yang dapat ditetapkan oleh kantor cabang Pegadaian sebagai berikut:
a. Logam mulia sebesar 88% dari harga besar.
b. Berlian sebesar 45% dari harga pasar.
c. Tekstil (sandang) sebesar 83% dari harga pasar.
d. Barang elektronik sebesar 73%.
e. Kendaraan bermotor sebesar 93% dari harga pasar.
f. Barang lain sebesar 63%-83% dari harga pasar.
Terbentuknya uang pinjaman (UP) dari suatu barang jaminan bermula dari suatu taksiran.. Dengan demikian suatu taksiran yang baik akan mendapatkan uang pinjaman yang baik. Criteria taksiran yang baik antara lain:
a. Mentaati ketentuan yang berlaku.
b. Mengandung resiko sekecil-kecilnya dalam satu masa tertentu.

3. Uang Pinjaman
Menurut Sitio (2001:151) uang pinjaman adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh suatu lembaga kemasyarakatan penyaluran pinjaman, kospin jasa menggunakan system pelayanan cepat aman dan menghindari adanya birokrasi yang berbelit untuk memperoleh pinjaman, para anggita nasabah tidak perlu menunggu terlalu lama waktu satu hari sepanjang telah memenuhi persyaratan.
Menurut Rahardja pemberian uang pinjaman kepada masyarakat adalah suatau pencegahan rakyat kecil yang membutuhkan pinjaman agar tidak jatuh ke tangan para pelepas uang yang mengenakan bungan dengan nilai sangat tinggi dan berlipat ganda.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa uang pinjaman adalah dana yang berasal dari pegadaian yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan prosedur yang tidak rumit dengan adanya suatu jaminan yang berharga.
4. Laba
Menurut Regar (1993:21) “Laba adalah kelebihan pendapatan atas biaya sedangkan pendapatan itu sendiri adalah penyelesaian kewajiban darimpenyerahan atau prodyksi barang pembelian jasa dan aktivitas pencarian laba yang merupakan operasi yang utama atau besar yang berkesinambungan selama suatu periode-periode pendapatan untuk nsuatu periode yang ditentukan.
Menurut Bambang (1997:35) “Laba adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan selama periode tertentu. Pengertian serupa yang diberikan oleh Sartono (1997:130) yang mengartikan laba adalah kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan dalam hubungannya dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri. Sedangkan pengertian laba bersih adalah hasil operasi terakhir setelah dikurangi bungan dan pajak.
Dari pengertian itu dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya jika berbicara tentang laba bersih suatu perusahaan, ada dua karakter penting yang dibicarakan yaitu pendapatan yang diperoleh perusahaan itu dan biaya-biaya baik tetap yang dikeluarkan termasuk bungan dan pajak. Laba bersih dipengaruhi oleh proporsi utang dalam struktur modal melalui biaya bunga yang harus diperhitungkan untuk mendapatkan laba bersih yang sebenarnya.
Pengertian laba bersih menurut Lumbatorum (2001:335) “laba bersih adalah dengan mengurangi laba optimal dengan biaya lain-lain (dalam situasi biaya lain-lain) atau dengan menambah laba operasional dengan pendapatan lain-lain. Sedangkan Griffin dan Ronald (1996:231) menyatakan “laba bersih adalah laba kotor dikurangi beban biaya operasional dan pajak pendapatan. Jusuf (2000:36) mengemukakan bahwa laba bersih ini menunjukkan adanya dua indikasi dalam organisasi, sebagai berikut:
Pengendalian Biaya
Bila perusahaan dapat menemukan niaya operasional, maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersih. Demikian juga sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya (seperti biaya overhead yang berlebihan) mengakibatkan menurunnya laba bersih.
Volume Bisnis
Perusahaan harus menekankan biaya pada tingkat tertentu seperti biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan dan meningkatkan volume bisnisnya, maka akan dapat meningkatkan laba bersih.
Hailstones dan Rohwtell (1992:19) mengemukakan bahwa teori laba dapat dibagi atas 5 golongan yaitu:
1. The Risk Bearing Theory
Teori ini menekankan bahwa laba merupakan kompetensi dari persediaan mengambil resiko dan kesediaan bersedia pada situasi ketidakpastian.
2. The Innovation Theory
Teori ini menyatakan bahwa laba berasal dari pengembangan-pengembangan produk baru, cara baru dalam memproduksi maupun cara pemasaran baru. Dengan kata lain, teori ini memberikan intensif kepada perusahaan dan rangsangan produk atau kegiatan lama dengan kegiatan baru atau produk yang lebih baik.
3. The Monopoly Theory
Bahwa monopoli berkekuatan azaz-azaz pembatasan masuknya perusahaan lain merupakan sumber penambahan laba, adanya monopoli yang membatasi jumlah penawaran sehingga harag ditetapkan diatas harga-harga bersaing yang terjadi.
4. The Windfall Theory
Menginterprestasikan laba sebagai akibat dari keuntungan karena adanya ketidaksempurnaan dari mekanisme pasar, misalnya perusahaan citra rasa, teknologi dan tidak disebabkan oleh perusahaan itu sendiri untuk mendatangkan laba.

5. The Managerial Theory
Bertitik tolak dari kemampuan manajemen untuk mengelola sasaran pencapaian labanya dari segi kualitatif, di mana laba tersebut muncul sebagai salah satu dari efisiensi managerial.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Kantor Perum Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping. Objek ini berkaitan dengan jumlah taksiran dan pemberian uang pinjaman serta laba bersih dari tahun 2009-2012.
B. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data kuantatif, yaitu data berupa angka-angka yang menunjukan jumlah atau banyaknya sesuatu,yaitu laporan keuangan perusahaan (neraca dan laporan laba rugi ).
2. Data kuantitatif, yaitu data yang tidak dinyatakan dalm bentuk angka, seperti sejarah singkat perusahaan dan bidang usaha perusahaan.
C. Populasi dan Sampel
Sample dalam penelitian ini adalah Perum Pegadaian Syariah Kecamatan Gamping kurun waktu 2009-2012 yaitu metode pemilihan objek dengan beberapa kriteria tertentu. Kriteria yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :
1. Tersedianya laporan keuangan selama periode tahun 2006-2008.
2. Mengungkapkan dan menyajikan secara lengkap data yang dibutuhkan.
3. Tidak mengalami kerugian, tidak melakukan merger selama periode pengamatan, dan terdaftar secara berturut-turut selama periode pengamatan.
4. Data yang digunakan tidak boleh bernilai n
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pegumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, yakni pengumpulan data yang dilakukan dengan memepelajari dokumen atau arsip-arsip dari perusahaan ataupun data-data yang berkaitan dengan keperluan penelitian.

E. Teknik Analisi Data
Dalam penelitian ini penulis menganalisis data dengan menggunakan program SPSS Versi 16,0. Teknik analisis ini digunakan untuk menguji pengaruh dan hubungan beberapa variable bebas dengan variable terikat. Persamaan regresi linear berganda tersebut adalah:
Y= a+bx1+bx2+ei
Dimana:
Y= Laba bersih
a= Konstanta
b= Parameter Estimasi
x1= Jumlah taksiran
x2= Uang pinjaman
ei= Error term
F. Definisi Operasional Variabel:
Adapun variable-variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu
1. Laba bersih (Y) adalah laba kotor dikurangi beban biaya operasional dan pajak pendapatan. Diukur depan rupiah.
2. Jumlah taksiran (x1) adalah nilai/harga perkiraan tertentu yang akan dijadikan jaminan yang didasarkan pada harga jadi, pasar dan peraturan yang berlaku untuk masa tertentu. Diukur depan rupiah
3. Uang pinjaman (x2) adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh suatu lembaga kemasyarakatan penyaluran pinjaman menggunakan system pelayanan cepat, aman dan menghindari adanya birokrasi yang berbelit untuk memperoleh pinjaman, para anggota nasabah tidak perlu menunggu lama waktu satu hari sepanjang telah memenuhi persyaratan. Diukur dengan rupiah.
G. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis pada masing-masing variable dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji f yaitu dengan membandingkan t hitung dan f hitung dengan signifikansi t table dab f table pada tingkat keercayaan 95%.
Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh seluruh variable-variabel dan secara bersama-sama terhadap variable dependen
– Ho : β1=β2=0
– Ha : β1≠β2≠0
– Nilai F
F tabel : Fα : n-k-i
Uji t adalah pengujian koefisien regresi individual dan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variable dalam mempengaruhi variable dependent, dengan menganggap variable lain konstan/tetap. Langkah-langkah dalam pengujian sebagai berikut:
– Ho : β1=0
– Ha : β1>0
– Ho : β2=0
– Ha : β2>0
– Nilai tabel
– T tabel : tα=n-k
Dimana:
α adalah derajat signifikansi
n adalah jumlah sampel
k adalah banyaknya parameter /koefisien regresi plus konstanta daerah kritis.
Nilai t hitung :

t hitung =β1/Seβ1
dimana:
β1 = koefisien regresi
Seβ1= standar error β1
– Criteria pengujian
– Jika nilai t hitung > t tabel maka Ho ditolak. Artinya variable bebas mempengaruhi variable terikat secara signifikan
– Jika nilai t hitung < t tabel, maka Ho diterima. Artinya variable bebas tidak mempengaruhi variable terikat secara signifikan.

DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. 2010. Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
Lumbatorum. 2001. Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan, Jakarta: PT Gramedia Media Sarana Indonesia.
Hasan. 2003. Pegadaian, Jakarta: Akbar Media Suara.
Sugiyono. 2004. Statistika Untuk Penelitian, Cetakan kedelpan. Bandung: Alfabeta
Triandaru, S., Budisantoso, T. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta: Salemba Empat.
Damanhur, Leli Darwina.2006. Jurnal Aplikasi Manajemen, Jakarta. Dikti

laporan praktek kerja lapangan

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PENERAPAN AKAD MURABAHAH PADA

PRODUK PEMBIAYAAN

DI BMT MITRA USAHA MULIA

KANTOR CABANG PEMBANTU CEBONGAN

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Sughly Dzikral Mawla

(10390108)

 

Dosen Pembimbing Lapangan:

Drs. Ibnu Muhdir, M.Ag

 

PROGRAM STUDI KEUANGAN ISLAM

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2013


HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN AKHIR PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Setelah membaca, meneliti dan mengoreksi serta memberi masukan dan perbaikan-perbaikan seperlunya terhadap isi dan penulisan Laporan Akhir Praktek Kerja Lapangan (PKL) program studi Keuangan Islam (KUI) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2013 dari mahasiswa :

                        Nama   : Sughly Dzikral Mawla

                        NIM    : 10390108

                        Judul   :Penerapan Akad Murabahah PadaProduk Pembiayaan                                di BMT Mitra Usaha Mulia KCP Cebongan

                        Lokasi : BMT Mitra Usaha Mulia KCP Cebongan

 

Kami berkesimpulan bahwa laporan PKL ini sudah memenuhi syarat dan sesuai dengan pedoman pelaksanaan tugas PKL mahasiswa yang bersangkutan, sehingga dapat diajukan dalam sidang ujian PKL pada program studi Keuangan Islam Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.

Demikian persetujuan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

                                                                        Yogyakarta,  13 Juni 2013

                        Hormat Kami,

            Dosen Pembimbing Lapangan

                        PKL KUI 2013,

 

 

 

Drs. Ibnu Muhdir, M.Ag

                                                                         

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Penerapan  Akad Murabahah Pada ProdukPembiayaan

Lokasi: BMT Mitra Usaha Mulia KCP Cebongan

           Alamat: Jl. Kebonagung, Cebongan, Tlogoadi, Mlati Sleman

Disusun oleh :

Sughly Dzikral Mawla

NIM : 10390108

 

            Telah diujikan di depan sidang UJIAN PKL KUI pada tanggal       Juni 2013 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai Laporan Akhir Praktek Kerja Lapangan Program Studi Keuangan Islam Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Yogyakarta,      Juni 2013

Dosen Pembimbing Lapangan                                                            Dosen Penguji

 

 

 

 

Drs. Ibnu Muhdir, M.Ag

 

Mengetahui,

Pembantu Dekan 1

 

 

 

Drs. H. Kamsi, MA

NIP: 195702071987031003

 

 

KATA PENGANTAR

 

            Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa kami ikuti teladannya dan telah membawa kami dari alam jahiliyah ke alam yang terang benderang penuh dengan ilmu pengetahuan. Semoga kita termasuk umatnya yang akan mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat, Amin.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, dengan mengucap syukur Alhamdulillah akhirnya penulisan laporan ini dapat terselesaikan, meskipun masih jauh dari kesempurnaan. Laporan praktek kerja lapangan ini ditulis atas dasar semua yang telah penulis dapatkan selama mengikuti praktek kerja lapangan di BMT Mitra Usaha Mulia selama 2 minggu (20 Mei 2013 sampai dengan 1 Juni 2013).

Praktek kerja lapangan sendiri merupakan kegiatan yang bersifat wajib untuk setiap mahasiswa prodi Keuangan Islam Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan kerja praktek di lembaga keuangan syari’ah dan penulisan laporan kerja praktek. Tujuan Praktek Kerja Lapangan adalah untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap dunia kerja secara nyata sekaligus memberikan suatu pengalaman yang berhubungan dengan lembaga keuangan syari’ah.

Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, sehingga laporan ini dapat selesai pada waktunya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan, khususnya kepada:

 

  1. Bapak Drs. Slamet Khilmi, M.Siselaku Ketua Program Studi Keuangan Islam.
  2. Bapak H.M. Yazid Afandi, S.Ag.,M.Ag., selaku ketua Panitia PKL Program Studi Keuangan Islam tahun 2012-2013.
  3. Bapak Dr. Ibnu Muhdir selaku dosen pembimbing.
  4. Seluruh rekan-rekan Panitia PKL UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  5. Ibu Sri Lestari S.E Selaku Kepala Unit Cabang Pembantu BMT Mitra Usaha Mulia.
  6. Ibu Elisa Sidiq, S.E dan Ibu Desi Panalukan, S.T Selaku pembimbing pembukuan di BMT Mulia.
  7. Bapak Ahmad Subkhi dan Ibu Clasrista selaku marketing di BMT Mulia
  8. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan motivasi dan doa.
  9. Sahabat-sahabat saya yang selalu memberi dukungan dan semangat dalam pelaksanaan PKL dan penyususnan laporan.
  10. Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini  yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu.

           Penyusun menyadari bahwa laporan praktek kerja lapangan ini masih jauh dari apa yang dinamakan sempurna. Dengan hati terbuka penyusun menerima kritik, saran yang bersifat membangun. Akhir kata, besar harapan penulis semoga laporan ini dapat diterima dan menjadi sesuatu yang berguna bagi setiap orang yang membacanya. Semoga dapat pula menjadi pedoman untuk pembuatan laporan bagi yang membutuhkan. 

 

 

Yogyakarta  13 Juni 2013

 

 

 

 

Penyusun

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL.. i

HALAMAN PERSETUJUAN.. 1

HALAMAN PENGESAHAN.. 2

KATA PENGANTAR.. 3

DAFTAR ISI. 5

BAB I  PENDAHULUAN.. 7

A.   Latar Belakang. 7

B.    Tujuan dan Manfaat 9

C.   Ruang Lingkup. 9

D.   Waktu dan Tempat Pelaksanakan. 10

E.    Sistematika Laporan. 11

BAB II PROFIL LEMBAGA.. 13

A.   Sejarah berdirinya. 13

B.    Letak Geografis Lembaga. 13

C.   Kondisi Fisik. 14

D.   Visi dan Misi Perusahaan. 14

E.    Struktur Organisasi 15

F.    Daftar Produk dan Jasa. 15

BAB III. 17

PELAKSANAKAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN.. 17

A.   Bentuk Kegiatan. 17

B.    Proses Pelaksanaan. 19

BAB IV.. 27

PEMBAHASAN PRAKTEK MURABAHAH.. 27

A.   Pengertian Murabahah. 27

B. Landasan Hukum.. 29

C. Jenis Akad Murabahah. 31

       D. Rukun Bai’ Murabahah. 31

E. Syarat Bai’ Murabahah. 32

F. Mekanisme Pembiayaan Murabahah. 32

G. Perhitungan Margin Murabahah. 33

       H.  Analisis Penerapan Akad Murabahah di BMT Mulia. 33

BAB V.. 37

PENUTUP.. 37

  1. A.    Kesimpulan. 37

B.   Rekomendasi 38

  1. B.     Kritik dan Saran Bagi Lembaga. 39

DAFTAR PUSTAKA.. 40

LAMPIRAN.. 41

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Fenomena

Salah satu upaya pemerintah untuk menyehatkan perekonomian nasional adalah dengan cara penyaluran dana dalam bentuk kredit. Kredit tersebut dapat diberikan kepada masyarakat atau wirausahawan yang memerlukan. Sistem penyaluran melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank maupun lembaga keuangan lainnya.

 Lembaga yang dapat menyalurkan dana tersebut bisa melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Lembaga keuangan merupakan lembaga yang yang menjadi perantara keuangan dan jasa ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang termasuk dalam lembaga keuangan yaitu BMT (Baitul Mal wat Tamwi)l.

Belum adanya lembaga keuangan yang menjangkau daerah pedesaan (sektor pertanian dan sektor informal) secara memadai yang mampu memberikan alternatif pelayanan (produk jasa) simpan-pinjam yang kompatibel dengan kondisi sosial kultural serta ‘kebutuhan’ ekonomi masyarakat desa menyebabkan konsep BMT (Baitul Mal wat Tamwil) dapat ‘dihadirkan’ di daerah  kabupaten kota dan bahkan di kecamatan dan pedesaan.

Konsep BMT sebagai lembaga keuangan mikro syari’ah,  merupakan konsep pengelolaan dana (simpan-pinjam) di tingkat komunitas yang sebenarnya searah dengan konsep otonomi daerah yang bertumpu pada pengelolaan sumber daya di tingkat pemerintahan (administrasi) terendah yaitu desa.

 

Perbankan dengan BMT memiliki perbedaan yang mendasar. Level mikro bagi perbankan formal termasuk BPR dan BPRS, adalah pembiayaan dengan skala lima puluh  sampai dengan seratus juta rupiah. Sedangkan BMT, beroperasi pada skala mikro artinya dibawah lima puluh juta rupiah, bahkan memberikan pembiayaan sekitar seratus ribu rupiah. Level mikro dengan definisi BMT ini tidak digarap oleh perbankan secara umum karena dianggap tidak bankable, tidak menguntungkan dan kurang efisien. Bank kurang berminat didalam memberikan pinjaman kepada nasabah yang penghasilannya hanya seratus ribu rupiah per hari. Sehingga pada level mikro dalam perspektiv konvensional, institusi keuangan non formal seperti rentenir dan berbagai macam individu yang meminjamkan uang dengan tingkat bunga yang tinggi diberikan kesempatan untuk tumbuh subur. BMT pada kenyataanya tetap memberikan pelayanan pinjaman kepada nasabah yang penghasilannya dua puluh ribu rupiah per hari sekalipun untuk keperluan produktif. Dengan kehadiran BMT secara perlahan akan mengurangi jumlah rentenir yang beroperasi menyerap sumber keuangan ekonomi kerakyatan. Selain itu BMT juga memberikan peluang kepada nasabah untuk menabung walaupun dengan nominal sangat kecil, ini menjadikan nasabah gemar menabung.

 

2. Sisi menarik pelaksanaan praktek

Di dalam proses Praktek Kerja Lapangan (PKL) di BMT Mitra Usaha Mulia KCP Cebongan Jl. Kebonagung KM 04, Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman banyak sekali yang menarik yang dapat dijadikan sebuah Ilmu Pengetahuan untuk dikembangkan disektor usaha lain, salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan oleh marketing yaitu mencari nasabah. Marketing merupakan ujung tombak perusahaan dimana harus mencari nasabah supaya roda penghimpunan dana dan pembiayaan tetap berjalan lancar. Hal yang paling menarik di dalam marketing adalah kita bisa belajar berkomunikasi terhadap calon nasabah untuk meyakinkan calon nasabah tersebut bisa menyimpan dan melakukan pembiayaan di  BMT Mitra Usaha Mulia. Di samping itu juga kita bisa mengerti banyak watak dari nasabah dan calon nasabah sehingga memberi pelajaran tersendiri. Maka dari praktek kerja lapangan ini penulis tertarik untuk mengangkat tema tentang produk pembiayaan dari BMT Mitra Usaha Mulia  yaitu MBA (Pembiayaan Murabahah) prakteknya nasabah mengajukan pembiayaan ke bank untuk membiayai apa yang diinginkan oleh nasabah, setelah itu pihak bank melakukan survey ke rumah nasabah. Dan oleh karena itu penulis tertarik untuk membuat judul dari laporan PKL di BMT Mitra Usaha Mulia yaitu “Penerapan Akad Murabahah Sebagai Produk Pembiayaan di BMT Mitra Usaha Mulia” karena MBA/Murabahah adalah produk yang lagi hangat dibicarakan dan di diskusikan. Dengan Produk MBA ini masyarakat kecil pun bisa mempunyai dana lewat pembiayaan ini karena tidak ada nilai minimal untuk pembiayaan, berbeda dengan BPR yang nilai nominal pembiayaannya minimal harus jutaan.

B. Tujuan dan Manfaat PKL

1.Tujuan

Adapun tujuan diadakanya PKL adalah untuk memantapkan pemahaman mahasiswa mengenai perbankan sehingga mahasiswa tidak hanya sebatas mengetahui teorinya saja akan tetapi juga dapat mempraktekkan secara lansung, selain itu dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara teori perbankan syari’ah dengan operasionalisasi perbankan di bank syari’ah, sehingga nantinya mahasiswa dituntut berperan aktif dengan harapan hasil yang didapatkan menjadi maksimal.

 

2.Manfaat

Sedangkan manfaat diadakannya PKL Ini paling tidak akan memberikan gambaran umum tentang kinerja perbankan, baik fungsi, tugas dan tanggung jawab masing-masing sistem yang ada didalamnya. serta dapat membentuk mahasiswa nantinya menjadi calon bankir professional yang siap dengan persaingan dan tantangan kerja.

 

C.Ruang lingkup

Praktek kerja lapangan merupakan program universitas dengan sebuah institusi atau lembaga sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Disini mahasiswa tidak hanya dituntut mempunyai kecerdasan intelektual, namun harus mempunyai kemampuan dasar. empat kemampuan dasar yang harus dimiliki adalah knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan), creativity (kreativitas), dan attitude (sikap). Keempat hal tersebut belum sepenuhnya didapat mahasiswa ketika di perguruan tinggi.

Pengetahuaan yang sifatnya ketrampilan penting diketahui mahasiswa agar sejalan antara teori yang didapat di perguruan tinggi dengan praktek yang ada di masyarakat (dunia kerja). Pada praktek kerja lapangan ini ada tiga kelompok kerja yang ditawarkan kepada peserta diantaranya: penghimpunan dana, pembiayaan, dan operasional. Namun pada laporan ini lebih menekankan pada aspek pembiayaan pada BMT.

D.Waktu Dan Tempat Pelaksanaan

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada semester genap (awal semester VI) mulai 20 Mei 2013 sampai 1 Juni 2013 dan berlangsung selama kurang lebih dua minggu, dengan jadwal efektif lima hari praktek dalam satu minggu yang dimulai dari pukul 08.00 s.d 15.00 WIB.

Adapun tempat pelaksanaan praktek kerja lapangan ini adalah di BMT Mitra Usaha Mulia KCP Cebongan Jl. Kebonagung KM 04, Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman dengan peserta dua orang mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum Program Studi Strata 1 Keuangan Islam antara lain : Sughly Dzikral Mawla dan Ali Akbar Ayatullah.

 

E.Sistematika Laporan

Dalam penyajian laporan ini, penulis membagi dalam lima bab dengan didahului oleh halaman formalitas yang terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar dan daftar isi. Adapun lima bab dimaksud adalah:

Bab Pertama: pendahuluan yang menjelaskan unsur-unsur dan syarat dalam suatu laporan, yaitu terdiri dari latar belakang kegiatan, tujuan dan manfaat kegiatan,ruang lingkup, waktu dan tempat pelaksanaan serta sistematika laporan. Hal ini mengarahkan pembaca untuk memahami substansi dari laporan.

            Bab Kedua: Menjelaskan tentang gambaran umum lembaga tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL), yang meliputi letak geografis, Kondisi Fisik, Visi dan Misi Perusahaan, struktur organisasi, Daftar Produk dan Jasa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum lingkungan dan kinerja lembaga

Bab Ketiga : Menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL), meliputi bentuk kegiatan dan prosesi pelaksanaan. Dalam uraian pelaksanaan kegiatan ini, akan dicantumkan beberapa materi yang telah disampaikan dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Bab Keempat : Menguraikan Hasil dan Pembahasan dari tema MBA sebagai Produk Pembiayaan bagi semua rakyat .

Bab Kelima : penutup berisi kesimpulan dari analisa terhadap pelaksanaan kegiatan dan dilanjutkan dengan saran dari penyusun sebagai sumbangsih pemikiran untuk meningkatkan kesuksesan pelaksanaan kegiatan praktek.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL LEMBAGA

  1. A.    Sejarah Berdidinya

Berdirinya BMT Mitra Usaha Mulia di pelopori oleh tokoh TPA (taman Pendidikan Al-Qur’an) dan tokoh Muhammadiyyah kecamatan temple serta didiklat oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Islam Indonesia (UII) dimana pada bulan Juni 1995 LPM UII mengadakan pelatihan bagi calon pengelola BMT se-Sleman. Setelah dirasa cukup mengelola BMT maka pada tanggal 15 Desember 1955 diresmikan berdirinya BMT-BMT di wilayah kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Ngaglik dan Ngemplak yang diresmikan rector UII waktu itu Bapak Prof. H. Zaini Dahlan, M.A di kampus terpadu Universitas Islam Indonesia.

Setelah diresmikan, BMT tidak langsung beroperasi. BMT Mitra Usaha Mulia bisa beroperasi pada tanggal 1 Maret 1996 dengan modal awal Rp. 600.000,-dimana modal awal tersebut merupakan hibah dari UII.

Sampai tanggal 15 januari 2002, BMT Mitra Usaha Mulia membuka cabang diwilayah Seyegan, Sleman dan tanggal 1 Agustus 2005 membuka cabang pembantu di wilayah Jumoyo yang perkembangannya sangat pesat. BMT Mitra Usaha Mulia juga membuka kantor cabang pembantu di Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang mulai beroperasi 1 Desember 2009.[1]

  1. B.     Letak Geografis Lembaga

BMT Mitra Usaha Mulia KCP cebongan adalah unit usaha dari BMT Mitra Usaha Mulia yang berpusat di Jl. Tempel-Turi KM 0,1 Pasar Tempel Sleman. Sedangkan kantor BMT Mitra Usaha Mulia KCP cebongan beralamat di Jl. Kebonagung KM 04, Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Jika dillihat dari letak geografisnya kantor BMT Mulia KCP Cebongan dinilai cukup strategis karena dekat dengan akses jalan raya dan dekat dengan pasar Cebongan sehingga mudah dijangkau oleh nasabah dan calon nasabah. Bangunan BMT Mulia KCP Cebongan terletak pada :

  • Sebelah barat : Pasar Cebongan
  • Sebelah timur : Cebongan Wetan
  • Sebelah utara : pemukiman penduduk kampung Jumeneng
  • Sebelah selatan : SMA 1 Mlati dan SMP Mlati
  1. C.    Kondisi Fisik

Kondisi fisik BMT Mulia KCP Cebongan adalah memiliki gedung dengan luas 5 x 7 meter berlantai 2  yaitu sebagai berikut:

  1. Bagian depan kantor terdapat teras dengan ukuran luas 5×1,5 meter yang digunakan sebagi ruang tunggu, Customer Servis dan Teller
  2. Bagian tengah kantor adalah ruang utama seluas 5 x 1,5 meter yang di dalamnya terdapat sebuah meja front office dengan dua unit komputer, ruang tersebut digunakan sebagai tempat transaksi antara nasabah dan pihak BMT dan sebagai tempat administrasi keuangan BMT.
  3. Bagian belakang kantor terdapat ruang seluas 5 x 3 meter yang berfungsi sebagai ruang manajer disamping itu juga sebagai ruang istirahat lemari administrasi.
  4. Lantai atas digunakan untuk sholat dan pengajian jum’at rutin bergiliran.

 

  1. D.  Visi dan Misi Perusahaan

            VISI

-          Terwujudnya Lembaga Keuangan Syariah yang Handal

MISI

-          Penguatan modal sendiri

-          Penyadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah.

-          Mengembangkan potensi umat agar mampu berperan dan berkiprah dalam program pemberdayaan umat

-          Ikut serta membantu program pengentasan kemiskinan khususnya dikalangan umat islam

-          Membantu para pengusaha kecil, kecil kebawah yang sulit mendapatkan modal.

 

  1. E.     Setruktur Organisasi

 

            Struktur organisasi pada BMT Mulia KCP Cebongan adalah sebagai berikut :

Kepala Cabang          :  Sri Lestari, S.E

Teller                          :  Elisa Sidiq, S.E

Customer Service      :  Desi Panalukan, S.T

Marketing                  :  Ahmad Subkhi dan Clarista

  1. F.     Daftar Produk dan Jasa

 

  1. Pembiayaan
    1. Pembiayaan Akad Murobahah (Jual Beli)

Pembiayaan murobahah dalam di BMT Mulia biasanya dilakukan untuk pembiayaan yang sifatnya konsumtif dan modal usaha dengan keuntungan yang disebut margin dengan akad murobahah atau jual beli.

  1. Pembiayaan akad Qardh

Pembiayaan Qardh di BMT Mulia adalah dana talangan yang diberikan kepada nasabah dalam jangka waktu yang relatif singkat dengan pengembalian pokok lunas beserta bagi hasil yang telah disepakati pada saat akad.

  1. Pembiayaan Akad Mudharabah

Pembiayaan mudharabah di BMT Mulia biasanya dilakukan untuk pembiayaan produktif dengan bagi hasil 35% : 65% dengan angsuran pokok dan bagi hasil dalam jangka waktu tiga sampai sepuluh bulan.

  1. Pembiayaan Sewa Beli

Pembiayaan Sewa Beli di BMT mulia yaitu seperti leasing, biasanya nasabah melakukan akad ini untuk pembiayaan seperti sepeda motor. Prakteknya nasabah memberikan uang muka di BMT  lalu selisihnya di biayai oleh BMT.

 

 

  1. Simpanan  
    1. Simpanan Lancar

Simpanan Lancar adalah simpanan yang sewaktu-waktu bisa diambil maupun di tambah. Meliputi Simpanan Zakat, Infaq, Simpanan Shadaqah, Simpanan Lembaga Islami, dan Simpanan umum.

  1. Simpanan Untuk Tujuan Tertentu

Simpanan untuk tujuan tertentu seperti Simpanan Haji, Simpanan Qurban, Simpanan Walimah dan Simpanan Pendidikan.

  1. SimKa (Simpanan Berjangka)

Simpanan ini berjangka 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. Simpanan berjangka ini dalam bahasa bank sering di sebut deposito. Akan tetapi SimKa ini lebih fleksibel dibandingkan deposito di bank, karena apabila nasabah terpaksa mengambil tidak dikenakan pinalti

 

 

 

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN

  1. Bentuk dan Kegiatan

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini ada dua bentuk, yakni :

1.Dialog

2.Mengamati dan Praktek

Adapun materi yang didalami adalah:

a. Operasional, meliputi administrasi, teller, costomer service, dan pegawai support terkait tugas dan wewenang.

b.  Marketing: account officer, marketing, marketing mikro, analisis terkait tugas dan wewenangnya.

c.   Produk dan akad dalam Perbankan

  1. Pendanaan/penghimpunan dana: wadiah dan mudharabah

Akad Mudharabah (investasi), nasabah menginvestasikan dananya kepada BMT untuk dikelola (sesuai syariah). Hasil keuntungan dari bisnis tersebut akan dibagihasilkan antara bank dan nasabah sesuai nisbah yang disepakati dimuka. Produk yang mengunakan akad ini pada BMT Mulia produk ini disebut Simpanan Lancar.

  1. Pembiayaan/penyaluran dana: murabahah, mudharabah, sewa beli dan qardh

Akad Murabahah adalah akad jual beli antara nasabah dengan bank syariah. Bank syariah akan membeli barang kebutuhan nasabah untuk kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah dengan marjin yang telah disepakati. Harga jual (pokok pembiayaan + marjin) tersebut akan diangsur setiap bulan, minggu bahkan bisa diangsur setiap hari sesuai dengan kesepakatan dan kemampuan nasabah selama jangka waktu yang disepakati antara nasabah dengan BMT. Karena harga jual telah disepakati di muka. Maka angsuran nasabah bersifat tetap selama jangka waktu pembiayaan. Sebagian besar pembiayaan murobahahbersifat konsumtif.

Akad mudharabah merupakan akad berbasis bagi hasil, dimana bank syariah menanggung seluruh modal usaha/investasi. BMT menerima bagi hasil atas keuntungan yang didapat dari usaha yang dikelola oleh nasabah sesuai kesepakatan pada saat akad. Pembayaran pokok pembiayaan dicicil setiap bulan beserta bagi hasil yang telah disepakati.

Akad qardh merupakan akad berbasis bagi hasil dengan pembayaran sekali langsung lunas dengan rincian pokok pinjaman dan bagi hasil yang disepakati. Jika nasabah pada saat jatuh tempo belum mampu mengembalikan pinjaman maka nasabah cukup membayar bagi hasilnya dulu sedangkan pokok pinjaman bisa dibayarkan bulan berikutnya beserta bagi hasil pada bulan berikutnya.

Akad leasig merupakan akad sewa beli, dimana nasabah tiap bulan membayar angsuran yang ditetapkan karena mendapatkan barang berharga dari BMT semisa motor. Setelah angsuran tersebut selesai baru barang tersebut menjadi milik nasabah.

  1. Jasa: wadiah

Dalam akad wadiah (titipan) nasabah menitipkan dananya kepada BMT Mulia, dana tersebut oleh pihak BMT tidak diputar untuk pembiayaan namun benar- benar disimpan karena itu adalah dana titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh nasabah. Dana wadiah di BMT Mulia ini juga biasanya digunakan sebagai salah satu jaminan jika nasabah ingin melakukan pinjaman.

B. Proses Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bertempat di BMT Mulia KCP Cebongan dimulai sejak 20 Mei 2013 dengan diawali jadwal pembekalan pada 19 April 2013. Para peserta yang mengikuti PKL di BMT Mulia KCP Cebongan sebanyak dua mahasiswa. Adapun perincian waktu pelaksanaan kegiatan PKL penyusun adalah sebagai berikut:

 

NO

Hari dan Tanggal

Jam

Jenis Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

1

Senin, 20 Mei 2013

08.00-0830

Perkenalan

pengenalan struktu organoisasi, jobdeskription masing-masing staff

08.30-09.30

Pengenalan software

pengenalan software aplikasi teller dan administrasi keuangan yaitu dengan sistem IBSS

09.45-11.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke pasar kampung jumeneng ,kampung kaweden untuk menagmbil angsuran,tabungan dan setoran para nasabah meliputi pedagang angkringan, sayur,pedagang warung kecil maupun ibu rumah tangga

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat dhuhur,dan makan siang

13.00-14.00

Diskusi

membicarakan tentang sistem BMT GKBI mulai dari awal berdirinya,jumlah anggotanya sampai akad apa saja yang digunakan dalam pembiayaan

14.00-14.45

Melayani nasabah

Menerima tabungan dan uang angsuran yang nanti dimasukkan ke software

 

 

 

2

Selasa,21 Mei 2013

08.30 10.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke pasar kampung jumeneng ,kampung kaweden untuk menagmbil angsuran,tabungan dan setoran para nasabah meliputi pedagang angkringan, sayur,pedagang warung kecil maupun ibu rumah tangga

10.30-11.45

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat dhuhur,dan makan siang

13.00-14.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.00-15.15

Rekap arsip transaksi

Melanjutkan diskusi hari pertama

 

3

Rabu,22 Mei 2013

08.00-08.30

Persiapan buka kantor

membuka pintu gerbang kantor dan tadarus

08.45-10.00

Bantu rekap transaksi

Membantu pengelola membuat rekap atas pembukuan yang belum selesai kemarin

membuat akad transaksi yakni akad murabahah yakni sebesar 20 juta rupiah

10.30-11.45

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat dhuhur,dan makan siang

13.00-14.00

Diskusi

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.15-15.00

Bantu rekap transaksi

Melanjutkan diskusi hari kedua

4

Kamis,23

Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

membuka pintu gerbang kantor

08.30-11.30

Marketing

turun ke lapangan dan silaturahmi

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat dhuhur,dan makan siang

13.30-14.15

Belanja keperluan pengajian mingguan

beli keperluan pengajian meliputi air mineral dll

14.30-15.15

Bantu administrasi

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

5

Jumat,24 Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

Buka pintu gerbang dan bersih bersih dan pengajian mingguan

08.30-11.30

Marketing

Bayar speedy dan collecting ke desa Cebongan Kidul

11.30-13.00

Ishoma

istirahat,sholat jumat,dan makan siang

13.15-14.00

Diskusi

melanjutkan diskusi sebelumnya

14.10-15.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

6

Senin,27 Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan Buka kantor

 

08.30-08.45

Persiapan marketing

menyiapkan slip setoran,angsuran.tabungan yang dibutuhkan sewaktu turun ke lapangan

09.00-11.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke seyegan

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholatdan makan siang

13.00-14.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.10-15.00

Diskusi

diskusi tentang murabahah

7

Selasa, 28,Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

 

08.30-08.45

Persiapan marketing

menyiapkan slip setoran,angsuran.tabungan yang dibutuhkan sewaktu turun ke lapangan

09.00-10.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke jumeneng

10.45-11.30

Diskusi

membicarakan operasional di kantor GKBI cabang jakarta (pusat)

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat jumat,dan makan siang

13.00-14.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.10-15.10

Rekap transaksi

membantu teller rekap transaksi yang terjadi 1 hari

8

Rabu, 29 Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

 

08.30-08.45

Persiapan marketing

menyiapkan slip setoran,angsuran.tabungan yang dibutuhkan sewaktu turun ke lapangan

09.00-11.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke desa jumeneng dan survei  nasabah di godean

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat,dan makan siang

13.00-14.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.10-15.10

Rekap transaksi

membantu teller rekap transaksi yang terjadi 1 hari

9

Kamis,30 Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

 

08.30-08.45

Persiapan marketing

menyiapkan slip setoran,angsuran.tabungan yang dibutuhkan sewaktu turun ke lapangan

09.00-11.30

Marketing

turun ke lapangan yaitu ke karakan, kaweden dan jumeneng

12.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat jumat,dan makan siang

13.00-14.00

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.10-15.10

Rekap transaksi

membantu teller rekap transaksi yang terjadi 1 hari

10

Jum’at, 31,Mei 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

 

08.30-10.30

Marketing

ambil angsuran di gamping

11.00-13.00

Ishoma

istirahat,sholat jumat,dan makan siang

13.15-14.30

Melayani nasabah

pengisian slip tabungan,pencatatan manual dan input data transaksi ke sistem IBSS

14.30-16.00

Makan makan

pesta akhir bulan

11

Sabtu, 1 Juni 2013

08.00-08.15

Persiapan buka kantor

 

08.30-11.00

Marketing

ambil angsuran di njingin

11.00-13.00

 

membantu teller dan perpisahan

 

Rutinitas dari BMT Mulia sebelum melakukan aktivitas Pelayanan yaitu dimulai dari kedisiplinan para karyawan, semua pegawai BMT Mulia harus sudah sampai di kantor pada pukul 08.00 WIB dilanjutkan dengan doa bersama kemudian briefing  dari Kacab BMT Mulia tentang tugas dan strategi yang akan dijalankan pada hari itu. Pelayanan dimulai pukul 08.30 WIB dan istirahat pada pukul 12.00-13.00 WIB namun dengan adanya istirahat proses pelayanan tetap berlangsung seperti biasa, dan aktivitas pelayanan ditutup pada pukul 15.00 WIB ditutupnya aktifitas pelayanan bukan berarti para pegawai boleh meninggalkan kantor, melainkan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggungannya, baru para pegawai mulai meninggalkan kantor kurang lebih pukul 16.00 WIB.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN PRAKTIK MURABAHAH

  1. A.     Pengertian Murabahah

Murabahah adalah jual beri barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Penjual harus memberi tahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahan.[2]

Murabahah merupakan suatu bagian dari bentuk jual beli yang bersifat amanah dan menurut ulama’ definisi Murabahah (secara fiqih) adalah akad jual beli atas barang tertentu. Dalam transaksi penjualan tersebut, penjual menyebutkan dengan .jelas barang yang akan dibelitermasuk harga pembelian barang dan keuntungan yang akan diambil.

Sesuai dengan sifat bisnis (tijaroh), transaksimurabahah memiliki beberapa manfaat, demikian juga risiko yang harus diantisipasi. Murabahah memberi banyak manfaat kepada lembaga keuangan syari’ah, salah satunya adalah adanya keuntungan yang muncul dari selisih harga beli dari penjual dengan harga jual terhadap anggota. Selain itu sistem murabahah juga sangat sederhana, hal tersebut memudahkan penanganan administrasinya di lembaga keuangan syari’ah.

Diantara kemungkinan risiko yang harus diantisipasi antara lain:

  1. Default atau kelalaian, anggota sengaja tidak membayar angsuran.
  2. Fluktuasi harga komparatif, ini terjadi bila harga suatu barang di pasar naik setelah bank membelikannya untuk anggota. Sehingga bank tidak mengubah harga jual beli tersebut.
  3. Penolakan anggota, barang yang dikirim bisa saja ditolak oleh anggota karena berbagai sebab, bisa jadi karena rusak dalam perjalanan sehingga anggota tidak mau menerimanya, karena itu sebaiknya dilindungi dengan asuransi.
  4. Dijual, karena murabahah bersifat jual beli dengan utang maka ketika kontrak ditandatangani, barang itu menjadi milik anggota. Anggota bebas melakukan apapun terhadap asset miliknya tersebut untuk menjualnya. Jika terjadi demikian,risiko untuk default akan besar.[3]

 

               Dari berbagai pemaparan di atas maka yang dimaksud dengan pembiayaan murabahah adalah pembiayaan yang diberikan kepada anggota dalam rangka pemenuhan kebutuhan produksi, atas transaksi ini BMT memperoleh sejumlah keuntungan (mark up) yang telah disepakati antara pihak BMT dan calon anggota.[4]

Sedangkan pembiayaan murabahah di BMT  Mulia adalah pembiayaan dengan sistem jual beli dimana BMT Mulia memberikan fasilitas pembiayaan kepada anggotanya untuk pembelian barang baik barang modal usaha maupun barang konsumtif. BMT Mulia membeli barang yang diinginkan dan menjualnya kepada anggota dengan sejumlah margin keuntungan yang disepakati kedua belah pihak.

Produk pembiayaan murabahah dapat digunakan untuk:

  1. Usaha produktif yaitu keperluan investasi (pembelian peralatan usaha) dan modal kerja ( pembelian bahan baku atau persediaan).
  2. Pembeliaan barang-barang non-produktif atau kebutuhan pribadi.

                        Namun demikian portofolio terbesar dalam pembiayaan murabahah tetap pada usaha produktif ( perdagangan, home industry, dan jasa). Harga jual kepada anggota adalah harga beli barang ditambah margin keuntungan . Besarnya margin pembiayaan murabahah ditetapkan berdasarkan keputusan direksi dengan mempertimbangkan aspek persaingan. Untuk memudahkan penerapan pembiayaan murabahah, penetapan harga jual dari BMT  Mulia kepada anggota dapat disesuaikan dengan tabel angsuran murabahah.

  1. B.     Landasan Hukum

Landasan hukum akad murabahah ini adalah:

  1. 1.      Al-Quran

Ayat-ayat Al-Quran yang secara umum membolehkan jual beli, diantaranya adalah firman Allah:

وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Artinya: “..dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah:275).

Ayat ini menunjukkan bolehnya melakukan transaksi jual beli dan murabahah merupakan salah satu bentuk dari jual beli.

Dan firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu” (QS. An-Nisaa:29).

 

  1. 2.      As-Sunnah

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam: “Pendapatan yang paling afdhal(utama) adalah hasil karya tangan seseorang dan jual beli yang mabrur”. (HR. Ahmad Al Bazzar Ath Thabrani).

Hadits dari riwayat Ibnu Majah, dari Syuaib:

أَنَّ النَّبِي صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثَلاَثٌ فِيْهِنَّ البَرَكَة: البَيْعُ إِلىَ أَجَلٍ, وَالمُقـَارَضَة, وَ خَلْطُ البُرّ بِالشَّعِيْرِ لِلْبَيْتِ لاَ لِلْبَيْعِ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه)

”Tiga perkara yang didalamnya terdapat keberkahan: menjual dengan pembayaran secara tangguh, muqaradhah (nama lain dari mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah dan tidak untuk dijual” (HR. Ibnu Majah).

 

  1. 3.      Al-Ijma

Transaksi ini sudah dipraktekkan di berbagai kurun dan tempat tanpa ada yang mengingkarinya, ini berarti para ulama menyetujuinya (Ash-Shawy, 1990., hal. 200.).

  1. a.      kaidah Fiqhyang menyatakan:

الأَصْلُ فِِى المُعَامَلاَتِ الإِبَاحَة ُ إِلا َّ أَنْ يَدُلَّ دَلِيْلٌ عَلىَ تَحْرِيْمِهَا

“Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”

  1. b.      Fatwa Dewan Syariah Nasonal Majelis Ulama Indonesia No.04/DSN-MUI/IV/2000,tentang MURABAHAH.

 

  1. C.     Jenis Akad Murabahah

Dalam aplikasinya, pembiayaan murabahah dapat dibedakan menjadi duamacam, yaitu:

  1. 1.      Murabahah tanpa pesanan

         Murabahah tanpa pesanan maksudnya adalah penyediaan barang tidak terpengaruh atau terkait terhadap pesanan atau pembeli.

  1. 2.      Murabahah berdasarkan pesanan

                  Murabahah berdasarkan pesanan maksudnya bahwa bank syari’ah baru akan melakukan transaksi murabahah apabila ada anggota yang memesan barang sehingga penyediaan barang baru akan dilakukan jika ada pesanan. Pada murabahah ini, pengadaan barang sangat tergantung atau terkait langsung dengan pesanan atau pembelian barang tersebut. Murabahah berdasarkan pesanan ini dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu, berdasarkan pesanan dan mengikat, dalam hal ini pihak anggota harus terikat oleh suatu perjanjian yaitu jika barangnya sudah ada maka harus beli. Sedangkan murabahah  berdasarkan pesanan tidak terikat maksudnya adalah bahwa anggota boleh menolak atau mengembalikan pesanan yang sudah diterima.

 

  1. D.    Rukun Bai’ Al-Murabahah

Rukun Murabahah dalam perbankan adalah sama dengan fiqih dan hanya dianalogikan dalam praktek perbankannya, seperti:

  1. Penjual (ba’i) dianalogikan sebagai BMT.
  2. Pembeli (musytari) dianalogikan sebagai anggota.
  3. Barang yang akan diperjualbelikan (mabi’ ) yaitu jenis pembiayaan.
  4. Harga (Tsaman) dianalogikan sebagai pricing atau plafond pembiyaan.
  5. Ijab dan qobul dianalogikan sebagai akad perjanjian yaitu pernyatan persetujuan yang dituangkan dalam akad.[5]

 

  1. E.     Syarat Bai’ Al-Murabahah

     Syarat- syarat Murabahah yaitu:

  1. 1.      Mengetahui harga pertama (harga pembelian atau kulakan).
  2. 2.      Mengetahui keuntungan.
  3. 3.      Kontrak harus bebas dari riba.
  4. 4.      Penjual harus menjelaskan kepada pembeli bila terjadi cacat atas barang sesudah pembelian

BMT dapat memberikan potongan apabila nasabah:

  1. Mempercepat pembayaran cicilan.
  2. Melunasi piutang murabahah sebelum jatuh tempo.

Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga jual sedangkan harga beli harus diberitahukan. Jika BMT mendapat potongan dari pemasok maka potongan itu merupakan hak nasabah. Apabila potongan tersebut terjadi setelah akad maka pembagian potongan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian yang dimuat dalam akad.

 

 

  1. F.   Mekanisme Pembiayaan Murabahah

Mekanisme Transaksi Pembiayaan Murabahah:

  1. Anggota datang ke BMT dengan membawa surat permohonan murabahah. Dalam surat permohonan tersebut, dilampirkan jenis barang yang dibutuhkan, tujuan pembiayaan, jangka waktu, sumber dana dan cara untuk melunasi hutang. Selain data tersebut juga dicantumkan data seperti: nama, alamat lengkap, KTP/SIM/ Pasport, Kartu Keluarga, pekerjaan pemohon dan status rumah pemohon.
  2. Anggota mengisi data survei yang telah disediakan oleh pihak BMT, data tersebut digunakan untuk melakukan survei oleh pihak BMT. Data survei ini harus diisi dengan benar karena akan menentukan kelayakan dari anggota.
  3. Anggota mengisi formulir untuk menjadi calon anggota BMT.
  4. Anggota memberikan keterangan tentang tujuan pengajuan pembiayaan pada pihak BMT. Serta, memberikan jenis akad apa yang akan digunakan oleh anggota apabila disetujui permohonannya oleh BMT.
  5. Bagian marketing akan datang ke rumah pemohon untuk melakukan survei sesuai dengan data yang diisi oleh anggota pada waktu pengajuan pembiayaan. Dalam hal ini pihak marketing harus jeli dalam melakukan pengamatan kerena hal ini yang dijadikan sebagai dasar dalam melakukan kelayakan pembiayaan.
  6. Pihak BMT melakukan analisa kelayakan pembiayaan apakah pantas anggota tersebut diberikan pembiayaan atau tidak.
  7. Pihak BMT melakukan akad murabahah yakni jual beli antara pihak BMT dengan anggota untuk menjual barang yang diatasnamakan pihak BMT kepada anggota. Dalam hal ini barang yang diperjualbelikan telah dibeli oleh anggota dengan penuh tanggung jawab.
  8. Setelah melakukan akad maka anggota dapat langsung mencairkan dana yang telah disetujui dalam pembiayaan dengan membayar uang sebesar 2% dari pembiayaan yang anggota peroleh untuk biaya administrasi.
  9. Setelah anggota melakukan akad maka sesuai dengan spesifikasi yang diminta, selanjutnya sesuai dengan isi perjanjian murabahah, pelunasan hutang anggota dilaksanakan oleh anggota sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

G. Perhitungan Margin Murabahah

Keuntungan dari pembiayaan murabahah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini:

  1. Jumlah pembiayaan
  2. Jangka waktu pembiayaan
  3. Sistem pengembalian. Murabahah dengan mengangsur dapat berbeda dengan murabahah bayar tangguh.
  4. Jumlah biaya yang muncul akibat pembiayaan tersebut.

Margin = 2.5% x Jumlah Pinjaman x Jangka Waktu Pinjaman

 

Tingkat persaingan harga di pasar, baik dengan lembaga keuangan sejenis maupun konvensional.[6]

 

  1. H.  Analisis Penerapan Akad Murabahah di BMT Mulia

Dalam prakteknya, akad murabahah di BMT Mulia  terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam akad murabahah. Salah satunya adalah masalah akad, akad murabahah bil wakalah, yang mana  pihak BMT mewakilkan pembelian barang kepada anggotanya untuk membeli barang tersebut atas dasar kepercayaan, ukhuwah islamiyyah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pihak BMT menggunakan akad ini dengan tujuan tolong-menolong antara sesama manusia. Semua manusia membutuhkan bantuan orang lain. Proses pembiayaan murabahah bil wakalah menjadi lebih praktis, karena mempermudah pihak BMT didalam menyediakan barang yang hendak dijadikan objek pembiayaan, tanpa harus mencari supplier penyedia barang yang sesuai dengan yang diinginkan anggota, ataupun mencari pihak ketiga lain yang dapat dijadikan agen untuk membeli barang tersebut, dikarenakan BMT juga dibolehkan memberikan kuasa untuk mencari dan membeli barang sebagai objek pembiayaan langsung kepada anggota selaku orang yang berkepentingan terhadap barang tersebut

Selain hal tersebut, karena hemat waktu. Pencarian dan pembelian barang yang dijadikan objek pembiayaan oleh BMT akan memakan waktu yang cukup lama, belum lagi apabila pihak BMT kekurangan orang untuk melakukan pekerjaan tersebut sehingga harus mencari agen yang bersedia membelikan barang tersebut. Sedangkan apabila pihak BMT memberikan kuasanya langsung kepada anggota untuk membeli barang mewakili dirinya, pencarian dan pembelian akan barang yang dimaksud oleh anggota akan memakan waktu yang lebih sedikit dikarenakan anggota merupakan orang yang berkepentingan sendiri atas barang tersebut.

Anggota juga akan langsung mengetahui fisik barang yang menjadi objek pembiayaan sehingga tidak lagi terdapat keraguan atas barang yang menjadi objek pembiayaan dan BMT tidak akan mendapat keluhan tentang cacatnya barang karena anggota yang membeli sendiri barang tersebut. Timbulnya saling percaya diantara pihak BMT dengan anggota, memberikan kuasa pada orang lain merupakan bukti adanya kepercayaan pada pihak lain.

Berkaitan dengan masalah syarat-syarat untuk mengajukan pembiayaan murabahah, dalam praktek BMT ini juga kurang sesuai. Dalam hal ini berkaitan dengan menyerahkan daftar barang dan rincian harga sebelum melakukan pembelian. Para Anggota ketika akan mengajukan permohonan pembiayaan tidak menyertakan daftar barang dan rincian harga. Hal ini mungkin dikarenakan proses yang rumit. Anggota menginginkan proses yang sederhana dan mudah.

Praktek produk murabahah yang kurang sesuai lainnya adalah nasabah lebih banyak menggunakan untuk konsumtif, padahal murabahah sendiri yaitu membeli barang yang akan dijual kepada pihak lain dengan harga yang lebih tinggi dengan margin yang ditentukan. Jika produk murabahah digunakan untuk konsumtif itu sama saja pihak BMT memberi hutang kepada nasabah

Persyaratan awal yang harus dipenuhi oleh Calon Nasabah BMT Mulia antara lain sebagai berikut:

  1. Harus memenuhi persyaratan
  2. Bentuk Badan Hukumnya (PT, CV, Firma, Yayasan, atau sebagainya) dan perorangan.
  3. Tanda Bukti Diri (KTP/SIM/Passport/KK/Lainnya) dan Surat Izin Domisili.
  4. Tanda Tangan (Contoh Tanda Tangan pada kartu dan komputer).
  5. Melampirkan fotocopy pemohon
  6. Melampirkan fotocopy Surat Nikah
  7. Fotocopy KTP istri/suami
  8.  Melampirkan fotocopy Kartu Keluarga
  9. Menandatangani Akad Pembiayaan Murabahah
  10.  Melampirkan slip gaji dan struk gaji[7].

Kelebihan Dan Kekurangan Produk Murabahah

  1. Kelebihan dan kekurangan murabahah di BMT Mulia KCP Cebongan
    1. kelebihan

1)      Dapat digunakan sebagai modal usaha.

2)      Mengentaskan masyarakat dari Rentenir

  1. Kekurangan

1)      Membutuhkan prosedur yang agak lama

2)      Survey membutuhkan estimasi yang tepat, jika tidak maka akan terancam kredit macet.

  1. Kelebihan dan kekurangan murabahah bagi nasabah
    1. kelebihan

1)      sebagai modal bagi nasabah

2)      bisa melakukan pembiayaan yang minimal

3)      angsuran bisa diambil oleh marketing

4)      margin rendah

5)      apabila tepat membayar mendapat pengembalian seperempat margin

  1. Kekurangan
  • adanya biaya administrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

  1. A.  Kesimpulan

          Pembiayaan murabahah di BMT Mulia adalah pembiayaan dengan sistem jual beli dimana BMT Mulia memberikan fasilitas pembiayaan kepada anggotanya untuk pembelian barang baik barang modal usaha maupun barang konsumtif. BMT Mulia membeli barang yang diinginkan dan menjualnya kepada anggota dengan sejumlah margin keuntungan yang disepakati kedua belah pihak.

          Dalam prakteknya, akad murabahah di BMT Mulia  terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam akad murabahah. Salah satunya adalah masalah akad, dalam prakteknya lebih cenderung ke akad murabahah bil wakalah, yang mana  pihak BMT mewakilkan pembelian barang kepada anggotanya untuk membeli barang tersebut. Pihak BMT menggunakan akad ini dengan tujuan tolong-menolong di antara sesama manusia. Proses pembiayaan murabahah bil wakalah menjadi lebih praktis, karena mempermudah pihak BMT dalam menyediakan barang yang hendak dijadikan objek pembiayaan, tanpa harus mencari supplier penyedia barang yang sesuai dengan yang diinginkan anggota. Selain hal tersebut juga karena hemat waktu. Anggota juga akan langsung mengetahui fisik barang yang menjadi objek pembiayaan sehingga tidak lagi terdapat keraguan atas barang yang menjadi objek pembiayaan dan BMT tidak akan mendapat keluhan tentang cacatnya barang karena anggota yang membeli sendiri barang tersebut.

          Selain hal itu, juga terdapat masalah berkaitan dengan syarat-syarat untuk mengajukan pembiayaan murabahah, dalam praktek BMT ini juga kurang sesuai. Dalam hal ini berkaitan dengan menyerahkan daftar barang dan rincian harga sebelum melakukan pembelian. Para Anggota ketika akan mengajukan permohonan pembiayaan tidak menyertakan daftar barang dan rincian harga.

   Praktek produk murabahah yang kurang sesuai lainnya adalah nasabah lebih banyak menggunakan untuk konsumtif, padahal murabahah sendiri yaitu membeli barang yang akan dijual kepada pihak lain dengan harga yang lebih tinggi dengan margin yang ditentukan. Jika produk murabahah digunakan untuk konsumtif itu sama saja pihak BMT memberi hutang kepada nasabah.

Solusi agar BMT itu dapat menjalankan praktek murabahah secara maksimal yaitu dengan menambah pegawai yang bertugas membelikan barang yang dikehendaki oleh nasabah. Dengan adanya pegawai tersebut, BMT tidak perlu mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang.

  1. B.  Rekomendasi

Kegiatan PKL akan menjadi maksimal apabila semua pihak yang terkait juga maksimal dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan kewajibannya. Berikut ini mungkin beberapa saran atau usulan atau rekomendasi sebagai koreksi dalam kegiatan praktek kerja lapangan. Supaya lebih baik lagi pada kegiatan yang sama pada tahun berikutnya.

1.Panitia

a. Hendaknya panitia memberikan waktu yang lebih panjang dalam pelaksanaan PKL agar mahasiswa lebih optimal dalam menyerap materi yang diperoleh di lokasi PKL.

b. Panitia melakukan kerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah lebih banyak lagi sehingga nantinya pembagian kelompok lebih efektif dan berjalan serentak.

c. Hendaknya persiapan lebih dimaksimalkan supaya kekurangan-kekurangan bias lebih diminimalisir.

d. Hendaknya panitia menjalin hubungan dengan lembaga keuangan syariah yang diprioritaskan di Kota Yogyakarta..

2.Peserta PKL

a.  Hendaknya peserta PKL lebih disiplin dan aktif di tempat lokasi kegiatan PKL, agar proses pelaksanaan PKL berjalan dengan baik.

b. Hendaknya koordinasi antar kelompok dalam satu lokasi lebih dipererat agar lebih mudah dalam komunikasi.

c. Hubungan BMT dan peserta tidak terputus

 

  1. C.  Kritik dan Saran

Suatu lembaga pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan, begitu juga lembaga keuangan BMT Mulia KCP Cebongan juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersebut. Sehingga kami PKL yang berada di BMT Mulia KCP Cebongan akan memberikan kritik dan saran bagi  BMT tersebut.

 

  1.  KRITIK
  2. kurangnya sosialisasi produk-produk BMT Mulia di pedesaan
    1. kurangnya etos kerja oleh pegawai BMT Mulia dalam melaksanakan tugas dilapangan
    2. kurangnya pengawasan dari pihak pusat
    3. target bulanan belum maksimal
    4. pegawai kurang memahami produk-produk BMT.

 

  1. SARAN
    1. Kantor Pusat melakukan pengawasan terhadap kantor cabang  yang ada di berbagai daerah
    2. Segera menambah pegawai seperti penyurvei dan pembeli barang agar akad sesuai dengan aslinya
    3. Promosi produk lebih maksimal supaya lembaga keuangan ini dapat cepat berkembang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rahman A.Ivan,2005,Kamus Istilah Akuntansi Syariah,Yogyakarta: Pilar Media

BSM, 2011, Laporan Tahunan BSM, Yogyakarta: PT Bank Syariah Mandiri.

Afandi,Muh.Yazid,2009,Fiqh Muamalah dan Implementasinya dalam Lembaga Keuangan Islam, Yogyakarta: Logung Pustaka

Ascarya. 2008 Akad dan Produk Bank Syari’ah,Jakarta: PT Grafindo Persada.

Antonio, Muhammad Syafi’I. 2001. Bank Syariah Dari Teori ke Praktek, Jakarta, Gema Insani

Ahim, Rizal, Yaya,. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah Teori dan Praktik Kontemporer, Jakarta, Salemba Empat.

 


[1] . brosur BMT Mulia

[2]. M. Syaf’I Antonio, Bank Syariah : Dari Teori Ke Praktek, (Jakarta : Gema Insani Press, 2001), hlm 101

[4] Muhammad Ridwan, Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil (BMT), (Yogyakarta: UII Press, 2004), hlm. 166

[5] . ttp://caknenang.blogspot.com/2010/12/rukun-dan-syarat-aqad-murabahah-dan.html

 

[6]. Ahim, Rizal, Aji. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah, Jakarta: Salemba Empat,

[7] . sersyaratan pembiayaan BMT Mulia

rizkiana

Gue panggil dia Ana, lebih lengkapnya Rizkiana Fitri. Entah gue kesambet malaikat atau jin gue naksir gitu sama dia sejak SMP (3 hari sebelum gue baligh) dan ini adalah cinta pertama gue, cinta yang sulit untuk dilupakan dan membekas sampai sekarang, membekas belum tentu masih ada rasa. ana termasuk wanita populer di sekolahan, sedangkan gue gag populer hanya anak sekelas aja yang kenal ma gue, itu aja kalo lihat nama diatas saku baju seragam gue,(bercanda) yang jelas gue miskin kenalan.

Gue naksir ma Ana sejak kelas dua SMP (bahasa maduranya JHS Junior High School), gue gag tau ntah kenapa naksir banget ma Ana, jarak rumah kami gag begitu jauh dan kami sudah saling kenal, mungkin gue terlalu sering ngelihat dia jadinya mata gue beleken dan naksir deh ma dia. Ini cinta namanya CINTA PADA PANDANGAN KE SERIBU YANG AKHIRNYA NAKSIR WALAUPUN HARUS BELEKEN. Cinta seperti itu biasa dialami  cewek cantik, lembut, mempesona dan cowok yang Insya Allah ganteng.

Gue kasihan banget pada Ana karena dia menjadi korban cinta pertama gue, entah dia mimpi apa yang jelas bukan mimpi basah. Perasaan ini terlalu menyesakkan hati gue, sampe sampe asap rokok aja gag jadi masuk ke dada karena terlalu banyak cinta. Hehehehe. Ngomong ngomong rokok gue sekarang dah berhenti, (walaupun masih sedikit2 ngrokok) gara gara gak dapet SIM (Surat Ijin Merokok) dari emak gue, gue takut jadi malin kundang brother.

Karena gue udah saling kenal, mungkin itu akan lebih mudah untuk membuat Ana menjadi tahu kalo gue naksir beratttttttt. Tapi argument gue tersebut salah karena gue mempunyai penyakit yang sulit disembuhkan dan itu bawaan dari bayi yaitu rasa malu, grogi gagap kalo didepan cewek. Kalo masalah tampang gue gag kalah kok sama Pasha Ungu. Tapi pasha Ungu yang lagi nahan pup selama berbulan bulan.Lalu harus gimana lagi ?. rasa malu itu yang membuat cinta seperti terhalangi benteng yang begitu tinggi dan sulit untuk gue gapai (ditambah lagi gue orangnya agak pendek, padahal dah makan jerapah blender).

Selanjutnya, gue berhari hari berlatih didepan untuk mencoba menjadi lelaki macho dan siap ngomong di depan Ana untuk ngungkapin perasaan ini. Gue mencoba latihan ngomong.

“Ana, bapak kamu jualan guling ya?, karena gue pengen meluk kamu” wah kalo  Gue  bilang gitu bisa bisa digamprat. Takutnya kalo perasaan ini gag diungkapin dan ngganjel di hati lama-lama bisa jadi jerawat, mending jerawat kalo kutu air gimana donk. Temen gue Yudhi pernah ngalamin tuh, sekarang jerawatnya ada dimana-mana sampai di kaki malahan (itu sih namanya cacar). Waktu gue berlatih di depan kaca, gue lalu menyadari memang gue itu mirip Pasha Ungu, suer deh. Kwkwkwkw.

Untuk memulai mendekatu Ana, gue mencoba nitip salam ke dia melalui Ressi (temen deketnya) agar dia penasaran kenapa gue berlagak seperti itu. Setelah  itu gue bertanya pada Ressi,

“gimana Ress, tanggepan Ana ?” Tanya gue

“dia Cuma senyum Ul” jawabnya.

Waktu itu juga gue mulai berpikir positif kalo ini langkah pertama yang Insya Allah sukses. gue tambah memperbanyak latian lagi biar 100% pria macho, tidak kaya sebelumnya, CUPU (culun punya Ula). Culun tu enak kok, kok coba lo lihat di FTV, yang culun pasti yang dapet cewek, makanya jadilah makhluk cupu, gue mah udah dalem sepak terjangnya di dunia perCUPUan, makanya sekarang jadi Macho (manusia cedikit Homo) gag gag gag amit amit jabang bayi lah. Kalo ada makhluk homo yang suka gue, gue dengan hormat menolak. Lanjuttt

Setelah gue mengirim salam, gue mencoba mendekati atau menjajagi hati Ana lebih dalam lagi dengan cara ngajak dia pulang bareng, kebetulan kami searah. Gue menunggu Ana di pintu gerbang dengan suasana hati yang waswas, dia mau gag ya jalan sama Pasha Ungu bermuka Andika kangen band (kali ini gue rendah hati, gue gag mau sombong).

Muncullah seorang bidadari manis yang sedang menuju ke gerbang yang sedang di tunggu kurcaci yaitu gue (PUAS?). pas gue mau menghampiri tiba tiba hati gue sesek, grogi dan langsung pilek gitu, aduh gimana ini malah hati gue jadi pilek  gini, Ampuni Baim Ya Allah (teringat sinetron), dan hari itu MISSION FAILLED. Hari selanjtnya gue gag ingin kejadian seperti kemaren, kali ini gue membawa inhaler biar hati gue gag pilek kayak kemaren. Kali ini gue sok macho ketika muncul bidadari cantik nan manis yang ingin menuju ke pintu gerbang, dan gue dengan tampang sok ganteng, mencoba menghampiri Ana dan bilang

‘’pulang sama siapa?”

“sendiri aja ul”, jawab Ana sambil menyembunyikan senyumnya yang simpul. Gue tambah pasang tampang sok ganteng waktu itu. Dengan membusungkan dada gue menawari untuk pulang barreng,

“pulang ma aku mau?, gue takutnya ada apa apa kalo kamu pulang sendiri”.

“ah, muka lo ul, yang jelas gue tambah takut kalo kamu yang nemenin aku, hehehe, ayok kalo kamu pengen bareng”.

Oh ternyata dia hanya bercanda kalo dia lebih takut gue temenin. Alhamdu….lillah.

“Lo tumben banget ngajak gue pulang bareng gini, sering sering dong biar gue gag kesepian kalo pulang sendiri, kalo gini kan jadi ada temen ngobrolnya”kata Ana sambil berjalan layaknya putri. Yah gini jadinya kalo gue naksir sama orang jadinya muji terus, tapi bukan mujiharto lho, itu bapak temen gue).

“kamu gag malu atau takut ntar kita dikira jadian?, tanyaku sambil berharap Ana ngejawab “oh gag papa, gue seneng malahan”. Tapi Tuhan berkehendak lain, ternyata Ana bilang sebaliknya.

“oh tidak mungkin, gue ama lo aja tinggi gue, paling paling Cuma lo dikira adik gue” katanya.

Brooollll, hati gue runtuh seaakan ketimpuk gempa. Semoga dia juga hanya bercanda (gue berharap). Hari itu sebenarnya gue pengen ngungkapn cinta gue, tapi berhubung dia ngomong gitu jadinya batal deh, KEMBALI MISSION FAILLED.

Hari itu sebenarnya gue seneng banget bisa deket ama Ana tapi gue juga minder setelah Ana bilang dia lebih tinggi dari gue. malamnya gue terus mikir apakah gue akan siap nembak Ana ?, ataukah gue nahan perasaan ini sampai seluruh muka gue dipenuhi jerawat atau mati dengan menyimpan rasa sayang kepadanya? Atau mau jomblo seumur hidup karena didunia ini wanita hanyalah Ana seorang ? gue mulai bingung, mungkin ketidaksiapan gue untuk menerima hukum cinta yang kemungkinan besar tidak terbalas ini. Ana membuat tidurku tidak nyenyak, makan tidak enak, dan malas untuk mandi itulah yang waktu itu ku rasakan. Gue rasa gue sedang di mabuk cinta.

Hari berikutnya gue sering pulang bareng ma Ana, dan kami pun mulai dekat. Kata temen gue kalo sering jalan ma cewek, itu tandanya cewek tersebut mau ma kamu. oke, gue pun melupakan kejadian yang pas pertama kali gue jalan ma Ana karena gue udah beberapa hari ini jalan ma bareng ma dia.

Pas hari sabtu, seperti biasa kami pulang bareng dan di saat sampai tengah jalan gue mulai membuka mulut yang sebelumnya gue hanya mendengarkan cerita Ana.

“Na, akhir akhir ini kita kok semakin deket ya?, kamu mulai mau bercerita, gue pun juga, gue pas pertama ngajak lo jalan tu sebenarnya Cuma pengen bilang kalo aaaaa…”(tiba tiba gue gagap)

“apa?” Tanya Ana.

“Aaaaa aku suka kamu Na”. ungkap gue

Hening seribu bahasa. Selama dua menit, mungkin Ana mikir gimana caranya nolak.

Ana pun lalu memecah keheningan

“gue juga suka sama kamu ul, tapi suka jadi temen lho”. Jawabnya,

KROMPYANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Pecah hati gue.

“maaf ya ul”

“gag papa” jawab gue. gue yakin nangis waktu itu juga, pengen ngedot lagi. Ngomong ngomong ngedot, gue berhentu ngedot kelas dua SD loh, jangan bilang ma sapa-sapa yach. Ini aib. Bisa bisa jadi penyebab jomblo tua.

Selanjutnya, di sisa perjalanan kami hanya bisa diem, berbeda dengan hari-hari sebelumnya.ini pertama kali cinta gue, pertama ngungkapn cinta, pertama di tolak, dan pertama pengen nyokot Ana . peace Na.

Hari berikutnya kami tidak pulang bareng lagi, mungkin Ana gag enak ma gue (ya jelas gag enak lah, gue kan bukan makanan). Sekarang hari hari gue udah tanpa Ana, menjalankan kegiatan sekolah seperti biasanya. BerangkatàKBM di kelasàbel bunyiàpulang sendiri kesepian. Beberapa minggu kemudian, gue mimpi atau tidak tiba tiba Ana nungguin gue di pintu gerbang, dia menghampiri gue dan menawari untuk pulang bareng persis dengan apa yang udah gue lakuin dulu ketika mau nembak Ana. Tumben banget, mungkin dia merhatiin gue setelah gue nyatain cinta kepadanya.

“ul, kamu pulang sendiri kan ?”. tanyanya.

“iya, emang ada Na, tumben banget, ngingetin masa lama, hehe”.

“ya makanya itu gue kangen dengan masa lama, makanya aku ngajakin kamu pulang bareng”,

Kamipun pulang berdua menyusuri jalan yang terjal, yah kali ini kami seperti pasangan yang cocok, kami berdampingan. Tak lama kemudian di tengah-tengah jalan, Ana mengingatkan gue tentang cinta yang tak terbalas tepat di kejadian dulu gue ngungkapin perasaan.

“kamu masih inget ul?, kamu disini nembak aku dulu. Maaf dulu aku gag bisa, karena kita juga deketnya belum lama” kata Ana

Ngomongin deket atau PDKT (biasa diucapkan oleh lidak anak alay), kenapa kalo kita suka seseorang mesti pake PDKT ?, itu mah kelamaan, kalo cocok ya langsung aja sampein alaupun berakhir kandas.

“ow, sante aja, ya biasa lah resiko orang naksir, hehehe”

“kamu masih ada rasa ma aku gag sih ?, kalau mau coba ulangi lagi, gue pengen denger” katanya.

Bujug busyet, kayaknya firasat gue agak positif neh.

“emang kenapa kalo gue ulangi lagi?”

“ya sapa tau gue berubah pikiran”

Waktu itu juga hati gue mulai berdebar-debar, seneng luar biasa, belum pernah gue rasain seperti ini, mengapa Ana berubah pikiran? Apa gue sekarang udah ganteng, apa dia udah nyadar kalo gue emang mirip Pasha Ungu?. Hanya Tuhan dan Dia yang tau. Gue pun akhirnya jujur kalo gue emang masih ada rasa dengan Ana.

“iya, gue masih suka sama kamu Na”. kamu mau nerima gue?.”

Dengan malu malu dan senyuman khasnya dia pun mengangguk, bukti bahwa dia juga merasakan apa yang gue rasakan. Kamipun resmi jadian. Enak bukan?.

Setelah gue jadian, gue mulai sering berduaan di bawah pohon deket UKS. Kita sering ngobrol berdua sampai lupa ga pergi ke kantin, kami bercerita ngalor ngidul gag jelas, yah yang namanya cinta monyet ya gini. Gue juga sering ngajakin ketemuan kalo gue lagi kangen ma dia, begitu juga dia. Waktu itu juga belum ada hanpone, jadinya agak susah untuk janjian.

Waktu berjalan begitu cepatnya (sampe baterai jam gue ganti tiga kali), hubungan kami ada yang menganggu yaitu tugas sekolah dan les gue di sekolahan menghadapi UAN. Kami jadi gag pernah bisa ketemu seperti hari kemarin. Berminggu-minggu kami pulang gag bareng, jarang ada kontak batin (ceee illle) dan Ana pun mungkin juga bosen dengan hubungan kayak gini.

Akhirnya pada suatu hari entah di telinga Ana ada bisikan apa dia mengajak gue ketemuan di bukit. Gue gag tau ada apa iba-tiba dia mengajak ketemuan disini. Dia memulai pembicaraan yang langsung pada intinya.

“ul, hubungan kita sampe disini aja”

PLOKKKK, gue kaget, ayan gue kambuh, eh gag. Gue mencoba tegar di tengah kesdihan ini, tapi gue juga bukan kayak cowok cowok yang ngemis ngemis setelah diputusin ceweknya, gue hanya bisa diem. Dalam hati gue bertanya-tanya, kenapa tiba tiba dia ngomong kayak gini dengan entengnya, setelah sekian lama gue menginginkan untuk jadi cowoknya, beneran sampe detik ini (pas gue nulis ini), gue gak tau alasan yang jelas kenapa dia memutuskan untuk bilang PUTUS karena waktu itu gue gag sempat bertanya dan diapun tidak sempet ngejelasin alasannya. Selang beberapa hari ada yang datang pada gue (temen Ana kali) dia bilang ke gue.

‘’ul, kamu tau gag kenapa Ana mutusin kamu”

“nggak” jwab gue.

“dia mutusin kamu karena kamu ga berubah ul, kamu cupu ul, pacaran Cuma disekolahan dan pulang bareng aja, nggak pernah pergi kemana gitu”.

“aje gile, kamu kok tau dari mana?” tanyaku

“ya dari Ana lah, lha dia cerita gitu ma gue”.

Busyet ternyata di sinetron itu salah besar, biasanya si cupu pasti dapat cewek dan akhirnya menjadi pejantan tangguh, sedangkan gue berakhir dengan tragis tanpa ada sebab yang pasti.

Sampe sekarang gue jarang banget ketemu ma Ana, dia sekarang kuliah di luar kota, gag jauh-jauh amat dari tempat asalnya, gue juga gag tau kabar tentang dia, yang pasti semoga dia sehat selalu dan terwujud apa yang dia inginkan. Gue kangen ma kamu Ana, kalaupun gue sakit hati, tapi kamu sulit untuk dilupakan karena kamu cinta pertama gue. maaf kamu menjadi cinta pertama gue.

 

 

wisata religi

Pertama kali saya bertemu beliau tepatnya 10 desember 2010 di gedung cyber kuningan Jakarta. Waktu itu saya diperkenalkan oleh sahabat saya bp didik mardianto. Saya diperkenalkan sebagai seorang sopir angkot dari kampung yang ingin belajar internet maklum sewaktu saya SMA th 1984 computer belum ada dan perlu diketahui saya Cuma tamatan SMA. Kesan pertama kepada pak mitro begitu sebutan kami kepada beliau, beliau seorang yang sederhana, menatap orang lain secara horizontal bukan atas bawah sehingga saya sebagai seorang level bawah berani mengajak bicara seorang komisaris. Pembicaraan dengan beliau waktu itu tidak banyak sebab beliau langsung membikinkan website untuk saya sehingga saya lebih banyak diam menunggui beliau bermain notebook sampai menjelang magrib kami pulang dan beliau berjanji untuk bertemu kembali 2 hari kemudian di gedung indosat.
Kami bertemu kembali dengan beliau di gedung indosat dalam rangka merampungkan website pada pertemuan sebelumnya. pada perjupmpaan inipun saya Cuma diam saja sebab tidak tahu apa yang mesti saya tanyakan sebab saya memang benar benar belum paham computer apa itu blog , apa itu web saya Cuma berpikir toh besok bisa bertanya kepada P Didik tapi itu tak sempat saya tanyakan sebab saya keburu pulang kampung dan oleh P Didik Cuma dipesan kalau ada masalah disuruh bertaya kepada mbah google. Yang saya tanyakan kepada P Mitro waktu itu berapa jumlah web atau blog kepunyaan beliau kemudian beliau memberi catatan blog blog beliau yang antara lain: sroestam.wordpress.co m,mastel.wordpress.com ,aosi.wordpre.com ,presidenku.com dan lain-lao=ilain yang jumlahnya 10 lebih dan dari Tulisan tulisan beliau itulah saya bisa lebih mengenalnya
Komunikasi selanjutnya dengan beliau saya lakukan dengan sms, YM atau tlp dan saya lebih banyak sms sebab takut mengganggu mengingat kesibukan beliau yang luar biasa pada usia 70 tahun lebih. Kesan saya jika YM beliau selalu menyapa dengan “selamat malam/pagi pak chusnul”………. Kata pak ini menyiratkan bahwa beliau selalu menyetaran dinya dengan pihak lain walaupun berhadapan dengan orang serendah saya, inilah yang membikin saya mengagumi sekligus menghormati beiau dan ditambahkan P Didik sobat saya bahwa P Mitro kenal dengan karyawan Indosat dari pucuk pimpinan sampai cleaning servis…wah sungguh mengagumkan.
Jiwa nasionalisme beliau tampak sekali ketika kita buka presidenku.com. sedang perhatian untuk wong cilik beliau ujudkan dalam tulisan tulisan di wartakehidupan yang oleh beliau juga ditempelkan di wisatareligi.com sebelah kanan bawah. Dan cita cita untuk menginternetkan rakyak beliau ujudkan dengan memberi kepercayaan kepada saya yang notabene seorang sopir angkot menjadi admin wisatareligi.com . perlu diketahui selama 2 th web ini untuk sewa server dan domain semua dibiayai pak mitro. dengan alasan wisatareligi.com bertujuan untuk social religious
Ketika jumat pagi [28/9/2012] P Didik mengabari bahwa pak Mitro meninggal ada perasaan menyesal sebab sayab belum sempat mengabari beliau bahwa wisatareligi.com mendapatkan kepercayaan muslimah Surabaya untuk mendistribusikan daging Qurban pada idul adha mendatang. Hal ini belum saya lakukan karena permasalahan belum benar benar tuntas rencananya setelah tuntas beliau saya kabari supaya beliau senang yang mungkin biasa membantu kesembuhan beliau. perlu diketahui bahwa wisatareligi.com ingin membantu ikhwanul muslimin untuk medistribusikan daging Qurban di daerah terbelakang dan untuk tahun ini akan dilaksanakan di desa kaligono kecamatan kaligesing kabupaten purworejo jawa tengah. Tapi apa daya sang kholik telah memanggilnya yang dapat saya ucapkan Cuma “innalillahi wainna ilaihi rojiun semoga pak mitro khusnul khotimah….amien” Perlu kami sampaikan disini bahwa kami dari keluarga wisatareligi.com merasa sangat kehilangan sebab pak mitro adalah tulang punggung sekaligus sesepuh yang menjadikan kami percaya diri untuk tampil di dunia maya….selamat jalan pak mitro bagaimanapun juga kami harus iklas menerimanya karena semua kehendak ALLAH semoga saja bapak mendadat maghfiroh…amien [ chusnul yaqien ]